fbpx
Pola Asuh Anak ala jepang
Via Metode pola asuh anak bersifat pribadi dan biasanya unik sesuai dengan keadaan kita sendiri, tetapi kita dapat belajar banyak dari gaya pengasuhan anak orang lain. Belakangan ini, budaya pola asuh anak ala Jepang mendapat perhatian karena berbeda dengan negara lain di dunia. Orang tua di Jepang tidak memanjakan anak-anaknya. Sebaliknya, mereka mendorong mereka untuk mandiri sejak usia dini. Melalui praktik pola asuh anak orang Jepang, dapat dipelajari bahwa pengaruh pola asuh orang tua terhadap pertumbuhan anak signifikan dan berperan penting.

Orang tua Jepang juga menekankan untuk menetapkan standar moral yang tinggi. Seperti kebaikan,kejujuran, rendah hati, menghormati, dan kepercayaan menjadi fondasi dasar untuk budaya pengasuhan anak.

Akhir-akhir ini, pola asuh permissive menjadi sangat populer, dan penulis Maryanne Murray Buechner juga berpendapat demikian.

Ketika dia tinggal di Tokyo selama hampir enam tahun, dia menemukan beberapa fakta menarik di balik budaya pengasuhan anak di Jepang.

Ketika metode pengasuhan permissive memungkinkan anak-anak untuk bertindak secara bebas, dan metode pengasuhan otoriter hanya memiliki sedikit ruang untuk anak bias berkembang, orang Jepang telah mengadaptasi situasi ekstrem ini dengan metode pengasuhan otoritatif versi mereka. Mereka memberikan banyak kebebasan kepada anak-anaknya supaya dapat hidup mandiri, tetapi mereka memiliki ekspektasi yang tinggi.

Buechner membagikan beberapa rahasia pengasuhan yang menarik, yang ia dapatkan di negeri matahari terbit.

Buechner menulis dalam artikelnya untuk media TIME bahwa dia tinggal di Tokyo, Jepang dari 2007 hingga 2012. Dalam enam tahun terakhir, dia telah menemukan beberapa wawasan tentang otoritas dan toleransi dalam mengasuh anak.

Tentu saja, dalam prosesnya, dia mengikuti banyak seminar mengenai parenting, dan dia percaya bahwa semua orang tua harus mempertimbangkan untuk mengikutinya.

Berikut beberapa pelajaran dari pola asuh anak ala orang Jepang

Fakta 1: Setiap anak harus mandiri (Self-Reliant)

Buechner mengatakan bahwa hal pertama yang dia pahami adalah mendorong anak-anak untuk mandiri. seperti pergi ke sekolah tanpa ditemani dan menaiki transportasi umum.

Ia menulis: “Tingkat kejahatan di negara ini sangat rendah, yang berarti negaranya aman, dan para orang tua percaya bahwa masyarakat dapat membantu untuk menjaga anak-anak mereka sendiri.

Meskipun pola asuh seperti ini membuat khawatir banyak orang tua, orang tua di Jepang mengizinkan anak-anak mereka melakukan segala sesuatu sendiri sejak usia dini. Karena bagi mereka itu semua adalah bagian dari mempelajari kemampuan bertahan hidup yang penting.

Fakta 2: Orang tua tidak membicarakan tentang anak-anak mereka

Meskipun kebanyakan orang tua sering berbagi pengalaman dan tantangan dalam mengasuh anak mereka satu sama lain, orang tua Jepang berbeda. Buechner menemukan bahwa mereka hanya berbagi masalah dengan orang yang paling mereka percaya.

Selain itu, mereka menganggap membicarakan kegiatan anak adalah hal yang buruk. “Dan dianggap arogan untuk menyebutkan bahwa anak mereka bermain untuk tim sepak bola ini atau berpartisipasi di akademi; bagi mereka melihatnya berseragam di depan umum adalah bukti yang cukup.”

Sebaliknya, helicopter parents merayakan setiap prestasi anak-anak mereka bagaikan milik mereka sendiri. Setiap penghargaan akademik atau piala olahraga dianggap mewakili prestasi mereka sebagai orang tua. Tanpa mereka, anak-anak mereka tidak akan bisa beradaptasi untuk menghaapi tantangan hidup.

Namun, ketika orang tua di Jepang tidak membanggakan prestasi anak-anaknya, bukan berarti mereka tidak peduli dengan kesuksesan anak-anak mereka. Faktanya, budaya pengasuhan Jepang sangat kompetitif. “Menjadi orang tua di Jepang sangat kompetitif, Memastikan bahwa anak mereka memasuki sekolah yang tepat. Persiapan ujian masuk juga  sangat ketat,

Fakta 3: Orang tua menunjukkan kasih sayang yang sangat besar

Kamu mungkin pernah mendengar tentang metode parenting Panda Dad – metode parenting yang mirip dengan attachment parenting – orang tua menunjukkan cinta tanpa syarat kepada anak-anak mereka dalam bentuk pelukan dan pengasuhan terus menerus. Buechner menemukan bahwa meskipun orang tua Jepang menyukai keterikatan dan pengasuhan, mereka tidak menunjukkan kasih sayang di depan umum.

“Para ibu biasanya menggendong bayinya kemana-mana. Mereka menggunakan gendongan untuk menggendong anak mereka di rumah, saat pergi ke toko, dan bahkan bersepeda keliling kota. Kedeketan fisik ini mengungkapkan kasih sayang dalam banyak cara.

Kebanyakan orang tua lebih suka tidur dengan ibu di satu sisi, ayah di sisi lain, dan anak di tengah. Dan tradisi ini berlanjut sampai mereka memasuki tahap pendidikan prasekolah.

Kamu akan melihat banyak ibu membawa anak-anak mereka mandi di pemandian umum. Orang Jepang menyebutnya “skinship”

Fakta 4: Orang tua mendorong anak-anak mereka untuk melatih kesederhanaan

Elemen penting dari budaya pengasuhan Jepang adalah pengendalian diri.

Orang tua telah mendorong anak-anak mereka untuk menjaga kedamaian dan keharmonisan dalam keluarga dan lingkungan sekitar sejak mereka masih muda, yang berarti bahwa anak-anak belajar bagaimana beradaptasi dengan lingkunganyaitu dengan tidak mengungkapkan kecemasan atau kemarahan mereka. Ini adalah contoh yang baik tentang bagaimana tindakan pengasuhan yang otoritatif.

Pengasuhan otoriter menuntut banyak hal dari anak untuk mencapai tujuan mereka, psikolog seperti Diana Baumrind sebagai alternatif yang lebih baik untuk Authoritative parenting penggunaan ancaman dalam pengasuhan otoriter atau paksaan  atau permissive parenting  yang membiarkan  anak untuk melakukan segala hal sesuai dengan kemauan dirinya sendiri.

Tidak peduli di mana kita berada di restoran atau museum atau toko makanan, trotoar yang ramai atau jalur pendakian yang populer, kita akan melihat anak-anak Jepang santai dan mandiri.

Para ibu di Jepang menetapkan standar tinggi untuk bekal makan siang anak-anak mereka dan bangun pagi untuk menyiapkan berbagai makanan sehat.

Fakta 5: Meal Preparation itu penting

Meskipun bayak ibu di kota memiliki gaya hidup yang sibuk dan menyiapkan makanan yang mudah dibuat untuk anak-anak mereka, para ibu Jepang percaya Meal Preparation yang tepat, terutama dalam bekal makan siang anak-anak mereka. Nutrisi yang tepat dapat membantu memperkuat sistem kekebalan dan baik untuk perkembangan anak-anak mereka.

Para ibu di Jepang bangun lebih awal daripada orang lain dalam keluarga untuk menyiapkan berbagai macam makanan. Mereka juga memastikan bahwa warnanya cukup untuk menarik perhatian anak-anak supaya mereka bisa makan semua makanan sehat.

Pelajaran 6: Orang tua mengajarkan untuk menjaga alam

Karena budaya pengasuhan Jepang melibatkan disiplin dan keterikatan, mereka mempraktikkan nilai-nilai yang sama di alam. Artinya ketika piknik di bawah bunga sakura adalah sebuah acara besar, tetapi berlarian dan bermain di sekitar pohon sakura akan diawasi dengan ketat.

Nah Youngfams sekarang kalian sudah tahu kan 6 fakta tentang bagaimana orang Jepang membesarkan atau mendidik anak mereka. Gimana menurut kalian? Apakah kalian tertarik untuk menerapkan pola asuh anak yang sama dengan orang Jepang? Adakah yang cocok dengan pola asuh di Indonesia? Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya!

Baca Juga Ide Honey Moon ala New Normal Yang Wajib Kamu Coba!

#

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *